RSS

Jika bisa mudah, mengapa dipersulit ?

30 Mar

Manusia mempunyai kecenderungan mempersulit hal-hal yang sebenarnya mudah.

Ada sebuah cerita :

Seorang pengemudi pick up merasa kasihan saat melihat seorang bapak penjual durian berjalan sempoyongan karena memikul 2 buah keranjang berisi durian yang cukup banyak. Pengemudi itu pun menghentikan mobilnya dan menawarkan tumpangan gratis pada si penjual. Tentu saja si tukang durian senang. Setelah menaikkan keranjang buahnya, ia sendiri naik di bagian belakang mobil. Sesampai di tempat tujuan, sang pengemudi heran saat melihat wajah tukang durian yang tampak makin kelelahan.

Pengemudi: “Lho, Pak, kok keringatnya tambah banyak?”

Tukang durian: “Wah, tambah berat kalau naik mobil. Harus jaga keseimbangan agar keranjang buah yang saya pikul tetap seimbang”

Pengemudi: “Wah, Pak, kapan-kapan kalau menumpang di mobil, keranjangnya ditaruh saja, jangan terus dipikul. Kan capek…”

“Cape deh!” Mungkin itu reaksi Anda saat membaca kebodohan sang tukang durian di atas. Namun, eit, tunggu dulu! Siapa bilang kita tak pernah melakukannya?

Saat kita lebih memilih menulis manual padahal di rumah ada teknologi komputer yang lebih canggih, maka saat itulah kita sedang menyusahkan diri sendiri. Saat kita melakukan sesuatu yang sama sekali tak praktis, efisien, dan efektif, maka saat itu kita boleh dibilang sedang mempersulit diri sendiri. Memang sih, tak semua yang praktis itu baik adanya. Namun, jika bisa melakukan hal yang benar dengan cara yang mudah, mengapa dipersulit?

Minta maaf saja langsung, tak perlu melakukan hal yang aneh-aneh.
Tanya saja langsung, tak perlu berbelit-belit atau banyak basa-basi.
Jika ditolak? Maka setidaknya Anda sudah melakukan yang terbaik. Itu yang paling penting kan?

Hidup yang sudah susah ini tak perlu lagi dipersulit dengan membawa beban ke mana pun kita melangkah. Demikian juga dengan apa yang akan terjadi esok, pikirkan esok saja. Kesusahan hari ini biarlah untuk sehari ini saja. Kekhawatiran tentang esok hari takkan menghasilkan apa-apa. Jadi, mari kita tanggalkan semua beban yang tak seharusnya kita pikul.
Jika bisa mudah, mengapa dipersulit?

 
Leave a comment

Posted by on March 30, 2011 in motivation

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: